Golongan Darah
Aku hanya istirahat 15 menit ini, setelah ini sampai pulang jam mengajarku penuh. Aku membuka sebungkus risol yang kubeli di kantin tadi. Di pintu kantor guru aku melihat Mila, wajahnya keruh, mengacungkan tangan minta izin menemuiku.
Aku menyimpan kembali risol tersebut, lalu mengangguk ke arahnya menyuruh masuk. Anak perempuan itu bergegas masuk dan duduk di kursi di samping mejaku.
"Ibu, tentang praktikum tadi."
Aku terdiam,
"Ya, ada apa Mila? Ada barangmu yang tertinggal di laboratorium?"
Dia terdiam, eh aku melihat matanya berkaca-kaca.
"Eh ada apa ini? Kamu memecahkan alat labor?"
Dia menggeleng, dan air matanya meluncur di pipinya.
Aku membiarkannya tenang sejenak, kemudian ia melanjutkan.
"Hasil praktikum tadi Bu, golongan darah saya A."
Saya menunggu lanjutannya,dia menghapus air matanya.
" Kok bisa Bu, saya tahu golongan darah ayah AB dan ibu O. Mengapa saya A. Saya anak pungut kan Bu?" Dia terisak lagi.
Oalaah.. Terpaksalah jam istirahat aku habiskan untuk menjelaskan gen yang mengatur golongan darah yang sebetulnya materi tahun depan saat dia di kelas 12.
"Sudah paham?"
Dia mengangguk dengan cepat. Menyalamiku sambil tersenyum.
"Terima kasih banyak ya Bu."
"Hapus air matamu, nanti dikira temanmu abis ibu marahi lagi."
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan