Mirdayanti

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Boneka Untuk Nenek

Walaupun hari guru Indonesia kemarin, 25 November, tetapi di sekolahku perayaannya diperingati hari ini. Apa sebabnya? Kemarin itu rencananya adalah hari PKKS (Penilaian Kinerja Kepala Sekolah). Segala persiapan sudah matang, Snack dan nasi makan siang sudah dipesan.

Pagi sekitar pukul 7.00, kepala sekolah meneruskan isi WA pengawas yang akan menilai, bahwa beliau tidak bisa datang, karena dari rumahnya ke sekolah kami melewati daerah banjir yang tak bisa dilewati kendaraan.

Kami sebetulnya kecewa, karena mestinya beliau mengirim pengganti tugasnya, karena persiapan di sekolah kami sudah dilakukan. Tidak mungkin membatalkan pesanan makan siang, syukurlah pemilik rumah makan itu mau mengurangi dari 80 porsi menjadi 40 porsi saja. Penilaian kepsek ditunda sampai waktu yang belum bisa disebutkan. Sampai cuaca kondusif tentunya.

Itulah sebabnya baru hari ini kami di sekolah memperingati hari guru. Setelah upacara yang disiram gerimis. Setelah penampilan tarian dan drama siswa di bawah guyuran hujan. Kami makan tumpeng dan cake yang disediakan sekolah. Menikmati kado berupa makanan ringan satu kardus dari OSIS. Setelah itu setiap wali kelas memperingati di kelas masing-masing.

Saya sendiri dengan sungkan menerima empat kado dari siswa wali. Sungkan karena saya khawatir itu akan memberatkan, walau mereka berkata tidak ada masalah. Satu kado diantaranya kado pribadi dari siswa bernama Zikri. Ada cake juga yang kami makan bersama.

Di rumah saya buka kado tersebut. Satu kado berisi mukena, Alhamdulillah, tentu akan saya pakai untuk salat. Satu kado berisi tiga bungkus cairan pencuci piring dan satu bungkus kecap, terima kasih tentu akan saya gunakan di dapur. Satu kado adalah kardus yang berisi aneka keperluan dapur dan kamar mandi ditambah camilan. Ada deterjen, pengharum cucian, teh, gula, kopi, tissu, kuaci, wafer, aduh banyak sekali.

Satu kado lagi yang pribadi dari Zikri. Saya tertegun, isinya boneka beruang Teddy yang cukup besar. Boneka yang lucu, tapi untuk apa saya diberi boneka? Saya nenek-nenek yang tahun depan pensiun, di beri boneka?

Saya ucapkan terima kasih untuk semua kado itu, disertai foto pada grup WA kelas. Termasuk foto boneka beruang. Saya menulis komentar, Zikri terima kasih banyak untuk niat baikmu, tapi mengapa memberi boneka pada nenek-nenek yang akan pensiun?

Boneka itu saya simpan di lemari pakaian cucu, akan saya berikan bila suatu saat cucu saya datang pulang kampung.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post