Mirdayanti

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Dari Sebuah Isian Formulir

Tahun 1985 saat mengisi formulir untuk seleksi masuk perguruan tinggi negeri, ibu saya bertanya.

"Kamu ambil apa?"

"Unand Bu, kedokteran."

"Pilihan kan dua, satu lagi apa?"

"Saya cuma pilih satu, kedokteran saja."

"Boleh pilih dua mengapa ambil satu, kan rugi. Satu lagi ambillah IKIP, biar jadi guru."

"Gak Bu, saya gak mau jadi guru."

"Jadi guru itu baik untuk perempuan, tidak terlalu panjang jam kerjanya. Lagipula tamat S1 nantinya guru SMA, pasti di ibu kecamatan, tidak terpencil amat penempatannya."

Saya tidak mau, cuma hanya ingin menjadi dokter. Tapi tidak kuasa melawan, takut durhaka. Dengan setengah hati saya mengisi pilihan kedua di formulir, jurusan biologi di IKIP Padang (kini Universitas Negeri Padang)

Saya saja yang sok PD, merasa yakin otak saya bakal menembus kedokteran Unand. Saat pengumuman keluar, nama saya terpampang sebagai calon mahasiswa biologi IKIP Padang.

Di satu sisi saya bersyukur, tetangga saya, teman sekelas banyak yang tidak lulus tes seleksi ke perguruan tinggi negeri. Tapi di sisi lain saya kecewa melihat angan saya tentang menjadi dokter sudah musnah. Saya "hanya" calon guru.

Tapi syukurlah saya cepat sadar, cepat menata diri, bahwa apa yang dipilihkan Tuhan pasti yang terbaik. Ayah saya meninggal saat saya kuliah semester tiga. Ibu ngos-ngosan membiayai empat anaknya. Kalau saya kuliah di kedokteran mungkin saya DO.

Saya bersyukur menjadi guru, karena hidup saya terasa lurus. Tidak banyak drama, tidak banyak sikut menyikut, tidak ada cari muka dan jilat menjilat. Paling saya kesal melihat nilai ulangan siswa yang di bawah harapan, tapi kemudian tertawa mendengar celetukan dan humor yang mereka sampaikan.

Tahun ini saya 35 tahun menjadi guru, dan 8 bulan lagi saya akan menerima SK pensiun. Untuk semua ini, saya berterima kasih pada almarhumah ibu yang menyuruh saya mengisi formulir pada pilihan kedua yang kosong itu.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post