Karena Tak Bisa
Setiap Kamis malam saya sibuk di dapur menyiapkan camilan untuk dibawa ke sekolah hari Jumat pagi. Saya hanya membawa sekitar 20 kue basah, yang saya bagi di kantor guru pada teman yang saya jumpai pagi Jumat. Tidak semuanya mendapat karena kelas belajar saja jumlahnya 28. Belum lagi pegawai perpustakaan, tenaga administrasi, petugas kebersihan, satpam, kepala sekolah dan empat wakilnya. Jadi yang dapat siapa yang beruntung saja.
Malam ini saya membuat kue nona manis berbahan dasar labu kuning. Labunya dikukus dulu, dilumat, lalu diblender dengan telur, terigu, gula dan santan. Lalu dikukus, di atasnya dituang gula merah bercampur santan yang telah dikentalkan dengan terigu dan maizena.
Suami saya ke dapur melihat saya yang sedang riweh.
"Kok mau repot-repot begitu?" tanyanya. Saya tahu dia mengkhawatirkan fisik saya yang sedang kurang fit.
Saya tersenyum, "Karena saya tak bisa membangun masjid, membangun pesantren, atau donasi ke panti asuhan. Ini saja dulu, biar pahalanya sedikit, lama-lama kan bisa banyak juga."
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan