Kredit
Vita sungguh tak menyangka promosi panci yang disampaikan penjualnya saat jam istirahat itu berhasil. Tujuh orang guru mencatatkan namanya sebagai pembeli.
Di antara yang tujuh itu ada Riska dan Dewi. Vita tersenyum miris. Sungguh mereka tidak paham dengan kata prioritas. Tapi tak mungkin menasehati mereka berdua di depan orang lain.
Keduanya belum lama ini meminjam uang pada Vita, dan berjanji saat bonus cair akan mereka ganti. Sementara mereka menambah utang lagi dengan mengkredit barang yang tak urgen. Sekali lagi Vita hanya bisa tersenyum.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan