Takut Jadi Kakek
"Ara sudah dilamar," kata ibuku sore itu.
"Hah...cepat amat, gak selesai kuliah dulu?"
"Kamu lupa dia tinggal nunggu acara wisuda. Emangnya kamu?"
Aku menggaruk kepala, aku malu, Ara memang pintar dari SD.
Ara itu anak kakak tertuaku, Kak Meta. Ibuku menikah muda, Kak Meta juga. Sehingga ibuku dan Kak Meta hamil bareng. Kak Meta hamil Ara, ibu hamil aku. Aku lahir dua bulan sebelum Ara tetapi dia memanggilku Om.
Sampai SMP kami belajar pada sekolah yang sama. Sehingga teman-teman mendengar saat Ara memanggilku, dan mereka tertawa. Mulai kelas 9 saat didekat orang Ara memanggilku dengan nama saja.
"Kamu kok ga senang dengar Ara mau nikah?"
"Aku takut Bu."
"Apaan sih Ben?"
"Ara panggil aku Om saja aku ogah. Tahun depan bisa saja dia sudah punya anak, dan aku dipanggil kakek Bu, ngeri banget."
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan