Mirdayanti

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Aku Tidak Apa-apa

Saat jam istirahat Bu Yuni senior di sekolahku mengajak bicara. Wajahnya serius, tetapi terlihat tidak ingin membuatku cemas.

"Saya minta maaf," Beliau memulai percakapan. Saya mengangguk, tidak sabar dengan apa yang ingin dia sampaikan. "Saya dua kali melihat suamimu membonceng perempuan. Tidak jelas wajahnya, tapi saya tahu itu bukan kamu."

Aku menghembuskan nafas lega, apalagi setelah Bu Yuni mengatakan waktu dan lokasinya.

"Saya tahu Bu."

Jawabanku membuat beliau kaget, dan menuntut penjelasan.

Maka berceritalah aku bahwa kami sedang ada masalah keuangan, tepatnya orang tua suamiku. Kami sebagai anak tentu harus membantu. Karena keuangan kamipun pas-pasan, maka suami menambah penghasilan dengan ngojek sepulang kerja. Suamiku selalu melaporkan siapa saja yang menjadi pelanggannya hari itu, termasuk yang diceritakan Bu Yuni.

"Terima kasih Bu, doakan kami segera keluar dari masalah ini. Tapi untuk dua bulan ini, kalau bertemu lagi suamiku sedang membonceng bukan diriku, percayalah, aku tidak apa-apa."

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post