Satu Desember
Waktu seperti angin, sebelas bulan berjalan, sampailah di ujung tahun, hari pertama bulan ke dua belas.
Senin pagi cerah sekali, upacara dinaungi langit biru. Cemerlang, tak ada awan, cerah, kinclong. Saya berjanji tak akan mengeluh seterik apapun matahari. Saya sudah merasakan sepekan hujan deras tanpa sinar matahari, itu membuat cemas dan rasanya murung.
Pembina upacara di sekolah kami tadi seorang anggota DPRD provinsi, namanya Zulkenedi Said. Beliau dalam masa reses perorangan.
Setelah upacara masih dilanjutkan dengan pertemuan di musala antara beliau dengan siswa kelas 12, termasuk guru yang mengajar pada jam tersebut di kelas 12. Kegiatan itu selesai pukul 11.30. Siswa kelas 12 diberi nasi makan siang, mereka melanjutkan kegiatan makan siang bersama di kelas masing-masing. Alhasil, jam pelajaran saya di kelas 12 hari ini habis.
Besok sudah kegiatan merapikan kelas dan pembagian nomor ujian. Tidak ada PBM lagi, karena Kamis sudah dimulai Sumatif Akhir Semester Ganjil.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan