Bahasa Cicak
Saat di ruang tunggu di bandara Solo untuk balik ke Jakarta setelah liburan empat hari, seekor cicak merayap di ransel Adit. Dea kakaknya yang pertama melihat. Adit panik dan meminta ayahnya membuang cicak itu.
"Cuma cicak kecil Dit, jangan lebay gitu," kata ayahnya.
"Buang tolong Yah, kasihan dia."
"Beneran lebay deh, udah kelas lima masih aja takut cicak," komentar ibunya.
"Kasihan lo Bu," kata Adit lagi.
Mereka bertiga kemudian terdiam menatap Adit. "Kamu kenapa sih Dit, kasihan apanya, kok jadi aneh?"
"Kasihan cicaknya Bu kalau terbawa sampai Jakarta. Kan dia cicak Solo, bahasanya Jawa. Cicak di rumah kita di Jakarta kan ga ada yang bahasa Jawa."
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan