Mirdayanti

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Cinok

Kata cinok saya dengar di kelas saat kami membahas metamorfosis pada serangga. Beberapa serangga tidak mengalami metamorfosis. Telur menetas menjadi anak yang sudah mirip dengan serangga dewasa, hanya ukurannya lebih kecil. Contoh yang saya berikan adalah kutu rambut, anak kutu tumbuh tanpa bermetamorfosis.

 

Beberapa anak menyebut cinok, saya membenarkan. Cinok adalah bahasa  Minang untuk anak kutu. Bahasa Minang jarang menggunakan istilah berbeda untuk anak hewan, seperti dalam bahasa Jawa. Dalam bahasa Minang biasanya hanya ditambah  kata anak.  Tetapi kutu istimewa karena ada istilah cinok untuk anak kutu.

 

Bicara tentang kutu rambut, saat saya SD saya juga pernah berkutu. Barangkali karena belum paham cara merawat rambut yang benar, serta berteman dengan orang yang ada kutu rambutnya. Tapi pada masa itu orang tuapun banyak berkutu, karena sering terlihat ibu-ibu berkumpul, mengghibah sambil cari-carian kutu.

 

Makin ke sini makin jarang terdengar orang yang berkutu rambut. Barangkali karena orang atau anak-anak sudah makin bisa berlaku higienis. Kalau suatu saat tak ada lagi kutu rambut, tentu kata cinok juga hilang dari kosa kata bahasa Minang.

655
DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post