Ganti Menabung
Dini heran dengan kebiasaan Eva yang suka sekali berhutang atau kredit barang. Barang remeh temeh yang dipasarkan ke kantor selalu dibeli dengan cara kredit. Belum lagi dia tak putus berutang di koperasi.
Secara hitungan di atas kertas sebetulnya dia bukan orang yang kekurangan. Selain dia dan suaminya sama-sama PNS Eva juga mendapat hadiah pernikahan dari orang tuanya berupa rumah kosan tiga pintu, yang uang kosnya setiap bulan sudah bisa menutupi kebutuhan harian rumah tangganya.
"Itu caraku menabung." Kata Eva suatu hari.
Dini bingung dengan jawabannya.
"Aku boros, tak bisa menyimpan uang di rekeningku. Kalau ada utang, kan aku terpaksa membayar angsurannya. Jadi itu sama saja dengan menabung kan?"
Dini hanya terpana makin bingung.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan