Mirdayanti

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Semangat Ibu!

Untuk pergi ke kelas 10.3 ada jalan yang nyaman, tapi jaraknya jauh karena harus memutar. Jalan terpendek adalah melintasi lapngan upacara lalu mendaki tangga beton yang undakannya dibuat tinggi. Entah siapa merancang tangga seperti itu, lutut saya yang nyeri semakin berdenyut saat mendaki tangga itu.

Tadi siang setelah istirahat ke dua saya mengajar di kelas 10.3 itu. Saat mulai melangkah ke tangga itu saya mendengar suara menyapa, "Kenapa pelan jalannya Bu?"

Saya menoleh, di bawah pohon pelindung tidak jauh dari tangga ada Sinta murid kelas 12 dengan dua temannya.

"Kamu akan tahu rasanya lutut nyeri saat berumur 59 seperti ibu." jawabku.

"Semangat Ibu!" Katanya dengan suara keras.

Setiap kakiku menaiki satu tangga, dia mengiringi dengan komentar.

"Ayo Bu, pasti bisa, satu..dua.."

Saya gerah mendengar suara isengnya. Teman di sebelahnya terdengar memarahi mengatakan dia tak sopan.

Tetapi dia tak peduli, dia terus melanjutkan komentar saat kakiku naik anak tangga berikutnya. Saat saya sampai di atas, saya mendengar tepukan tangannya.

"Yee..Ibu bisa..!

Saya hanya tersenyum saat menoleh padanya. Bagi saya itu bukan tidak sopan, tapi iseng. Terbayang puluhan tahun lalu saat saya SMA, tidak akan ada anak sekolah berani begitu pada guru.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post