Seperti Sinetron
Hari itu tanggal merah, aku sudah berjanji ke rumah Rio membuat tugas prakarya karena aku sekelompok dengannya.
Kerja kami belum selesai saat ibu Rio menyuruh kami berhenti bekerja dan mengajak makan siang. Aku merasa malu, tapi ibunya terus memaksa.
Di meja makan ada ayah dan adik Rio yang masih TK. Hidangan makan siang itu soto ayam dengan pergedel kentang. Aku mengikuti tata cara mereka dengan kaku. Seperti di sinetron saat satu keluarga berkumpul di meja makan, bicara pelan dan makan dengan tertib.
Sampai usiaku 14 tahun ini, aku tak pernah mengalami hal seperti ini. Orang tuaku berjualan pecah belah di pasar. Kami diberi uang dan membeli makan apa saja yang ingin dibeli. Dulu kukira itu hal biasa. Siang ini aku sadar, aku tak pernah punya kenangan tentang makan bersama di rumah.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan