Durian Balando
Di Padang tempatku lahir dan menghabiskan masa muda orang menyebutnya Durian Balando. Di sini, di Kinali, tempatku merantau sejak umur 24, orang menyebutnya Durian Betawi. Dalam bahasa Indonesia disebut Sirsak dan dalam bahasa ilmiah disebut _Annona muricata_. Tanaman itu ada di halaman samping rumahku.
Tanaman itu tumbuh sendiri, saya memindahkan ke tempat yang lebih nyaman dan tumbuh dengan baik sampai sekarang dan buahnya banyak.
Kami sering membuat jus dari buahnya yang matang. Kadang saya membawanya ke sekolah untuk dimakan teman-teman sebagai buah segar.
Anehnya, tetangga sekitar rumah malah lebih sering meminta daunnya, tak ada yang pernah meminta buahnya. Mereka merebus daunnya untuk obat herbal. Sayapun sering merebus daunnya tiga lembar dicampur daun salam dan jahe. Katanya bisa untuk mengurangi gula darah, kolesterol, asam urat dan tekanan darah tinggi.
Rasanya bagaimana? Ya rasa daun, jahe membuat rebusan itu lebih enak. Untungnya lidah saya tahan terhadap rasa obat herbal, jadi tak ada masalah.
Tadi saya memotong dahannya yang sudah terlalu lebat. Ada masalah pada buahnya yng banyak, buahnya ada noda hitam, ada putih putihnya juga, yang bila disibak itu ada semutnya. Saya belum tahu cara mengatasinya.
Sirsak bukan buah yang terlalu mahal, tetapi memiliki pohonnya di rumah, rasanya saya orang yang beruntung.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan