Ketinggalan
Tadi saya ke pasar tradisional, belanja untuk kebutuhan dapur sepekan. Pulang dari pasar segera membongkar keranjang. Membersihkan beberapa macam protein hewani dan menyimpan dalam freezer. Memasukkan sayur pada kotak penyimpanan di kulkas. Setelah semua selesai saya menyadari saya tak menemukan tahu.
Saya memeriksa kembali, tahu saya beli pada penjual yang juga menjual tempe dan telur puyuh. Saya menemukan tempe dan telur puyuhnya, tapi tahu tetap tidak ada. Saya yakin, tertinggal di meja penjualnya.
Ini bukan kasus pertama, dua pekan lalu saya kehilangan setengah kilo jeruk nipis. Tukang jeruk.nipis itu sekalian menjual kripik singkong, dan kripiknya ada. Pekan depannya saya mendekati penjual jeruk nipis itu, belum lagi saya bertanya, dia langsung bereaksi melihat wajah saya.
"Ini ibunya! Jeruk nipis ibu ketinggalan Minggu lalu, saya panggil-panggil ibu jalan terus."
Tanpa perlu bertanya, saya menerima kembali jeruk nipis saya.
Itu bukan kasus pertama, saya pernah ketinggalan minyak goreng, gula pasir, tomat dan entah apa lagi. Saya membayar, tapi barangnya tidak saya ambil. Saya berharap tahu tadi siang kasusnya sama.
Jadi saya berharap, pekan depan, saat saya mendekati tukang tahu, dia langsung bereaksi, "Bu, tahu ibu ketinggalan hari Minggu lalu."
Seandainya saat saya bertanya dia membantah, ya sudahlah, harga tahu itu cuma lima ribu rupiah.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan