Harapkan Guntur di Langit
Ada pepatah bahasa Indonesia yang berbunyi "Harapkan guntur di langit air di tempayan ditumpahkan."
Itu adalah bahasa Indonesia lama, karena anak sekarang tidak akan tahu apa itu tempayan. Bahkan saat saya pertama mendengarnya saat saya kelas tiga SD ratusan tahun lalu saya juga bertanya pada nenek apa itu tempayan.
Dalam pengertiannya itu adalah pepatah tentang orang tolol yang super PD dengan harapan yang seolah pasti akan menjadi kenyataan.
Cadangan air di rumah yang disimpan di tempayan dibuang, karena yakin hujan akan turun setelah mendengar bunyi guntur.
Lha, kalau hujan tidak jadi turun, bagaimana? Sementara persediaan air sudah dibuang.
Sama halnya dengan karyawan yang yakin dana THR pasti cair. Menjelang itu dana darurat dipinjam dulu dan akan diganti setelah THR cair. Seandainya THR tidak cair bagaimana?
Tidak ada satupun yang bisa mengetahui apa yang akan terjadi. Jadi jangan mengambil tindakan hanya berdasarkan rasa yakin sesuatu pasti terjadi.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan