Mirdayanti

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Hari Idul Fitri

Saya bangun seperti biasa, 3.45. Salat tahajut, menghangatkan gulai lontong, menggoreng udang balado, membuat bihun goreng dan menanak nasi. Saat hendak keluar salat subuh gerimis turun, saya batal naik sepeda, nebeng suami saja.

Saat salat subuh hujan turun makin deras, sampai kami keluar masjid.

Di rumah setelah sarapanpun hujan tak jua reda. Jadi berpikir, apakah salat ied ada jemaahnya bila hujan sederas ini.

Hujan menjadi gerimis pukul 7.30, barulah kami keluar berempat, saya suami, anak saya Hanif dan istrinya.

Salat dilaksanakan mulai.pukul 9.00, selesai 9.40. Syukurlah hujan sudah berhenti dan matahari mulai bersinar.

Anak-anak mulai berkunjung hampir pukul 12.00. Saya hitung dari amplop THR uang saya bagi hanya 10 anak yang datang. Hanya setengah dari amplop yang saya sediakan.

Dari 10 anak itu hanya dua yang memanggil saya Ibu, sisanya memanggil nenek,.

"Kalau ibumu minta uang THRmu untuk disimpan bagaimana?"

"Saya berikan, tapi saya katakan pada Ibu bahwa itu utang."

"Kalau ibumu mengambil diam-diam bagaimana?"

"Gak akan Nek, saya punya tempat rahasia."

Wah... anak sekarang.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post