Pempek dari Nasi Sisa
Kami di rumah hanya berdua, hal itu menyebabkan yang dimasak harus pas jumlahnya agar tidak mubazir. Apalagi saya saat sahur hanya makan buah, membuat nasi dan lauk harus dimasak sejumlah yang dibutuhkan saja. Hampir setiap hari selalu ada lebih nasi, padahal saya masak nasi hanya menjelang berbuka.
Bila nasi lebih hanya sedikit maka tinggal buang di halaman, akan ada ayam tetangga yang memakannya. Atau dicampur tulang ikan bekas makan diberikan pada kucing tetangga juga.
Tadi nasinya agak banyak, di luar hujan, tidak ada ayam yang akan memakannya. Saya berpikir-pikir lalu terlintaslah untuk membuat pempek. Dulu juga pernah ini saya lakukan.
Nasi saya rebus dengan tiga potong ikan patin kemudian saya lepas daging ikan dari tulangnya. Nasi yang telah direbus, daging ikan dan bawang putih saya blender. Kemudian dicampur dengan garam, penyedap, terigu dan tapioka. Saya cetak memanjang, tidak ada yang saya isi telur. Saya tidak rapi membuat pempek kapal selam, selalu bocor telurnya.
Pempek direbus sampai mengambang. Lalu saya buat cuko, selesai. Ini bukan hidangan berbuka, disimpan saja dulu di kulkas. Seandainya nanti pulang tarawih rasanya ingin nyemil, akan saya goreng. Bila tidak, biarkan saja di kulkas dulu untuk dimakan kapan-kapan.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan