Rusuh Saat Salat
Di masjid tempatku salat tarawih, pembatas laki-laki dan perempuan tidak dipasang. Karena ada ceramah agama, dan ibu-ibu ingin melihat wajah ustadznya. Hal itu juga membuat saya bisa melihat kelakuan anak laki-laki saat salat.
Beberapa anak laki-laki benar-benar tidak salat, hanya merusuh. Membaca amin keras-keras, mencolek-colek temannya, lalu cekikikan. Mengapa saya tahu? Karena saya di barisan perempuan paling depan, sedangkan anak-anak itu di barisan laki-laki paling belakang.
Konsentrasi saya betul-betul terganggu oleh ulah mereka. Mulut ini rasanya sudah gatal ingin membentak, atau menyuruh mereka keluar saja.
Tapi saya tidak berani, karena orang tuanya pasti ada di masjid. Nanti ada yang tersinggung kalau anaknya dimarahi.
Dulu saya anak yang patuh, tidak ada membuat rusuh saat salat tarawih. Ada juga teman yang mencolek-colek, tapi saya abaikan saja.Karena tidak ditanggapi tidak ada lagi yang mengganggu.
Salat ke masjid melatih anak untuk melaksanakan kewajibannya. Jadi harus dibiasakan sejak kecil. Tetapi bila di masjid hanya untuk merusak kekhusukan orang. Saya rasa mending anak - anak itu di rumah saja.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan