Mirdayanti

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Saya Memilih yang Repot

Saat jam istirahat di bulan puasa saya berkata pada Tina, "Kadang bingung mau masak apa lagi untuk berbuka."

"Memang Bu Indah masak?" tanya Tina padaku.

"Tentu saja, tiap hari. Tetapi sahur saya ga masak tinggal memanaskan makanan berbuka."

"Ah cape Bu, repot. Mending beli saja."

Saya terdiam. Betul sih, di mana-mana orang jualan lauk, berbagai minuman, berbagai hidangan berbuka. Sementara saya di rumah memasak nasi dengan lauk ada protein dan sayur. Memasak makanan kecil untuk berbuka, membuat minuman segar juga. Memikirkan masak apa lagi agar bervariasi dan tidak itu melulu.

"Beli itu lebih hemat tenaga, lebih hemat biaya Bu. Nasi bungkus bisa beli satu untuk dua anak saya." tambah Tina lagi.

Saya tersenyum, setiap orang punya pilihan masing-masing. Saya lebih memilih repot memasak , memilih repot memikirkan menu. Karena saya berbahagia saat suami dan anak-anak menikmati masakan saya dengan lahap. Saya juga yakin ada pahala yang diterima saat repot menyiapkan hidangan untuk orang yang berpuasa.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post