Abangku (1)
Satu bulan di kelas 10 baru aku menyadari bahwa abangku itu idola cewe-cewe. Aku merasa aneh dan geli mendengar cewe-cewe kelasku dan kelas sebelah jadi berisik kalau abangku lewat. Apanya yang keren sih, gak tahu saja betapa menyebalkan makhluk satu itu. Apalagi kebiasaannya kentut sembarangan, mana keras banget, kucingku saja sampai kaget dan lari.
Sebetulnya mereka tidak risih membicarakan abangku karena tidak tahu bahwa dia adalah abangku. Dulu SMP kami berbeda, sekarangpun kami tidak pergi bareng karena aku tidak bisa boncengan di motornya yang tinggi, kecuali kalau duduknya tidak menyamping.
Setelah aku amati yang naksir abangku itu Cindy. Duduknya pas di belakangku dengan Nela. Cindy didukung oleh Nela dan Amel dari kelas sebelah sebagai tim sukses. Setiap aku mendengar Cindy dan Nela bicara selalu ada kata Fadil-Fadilnya, aku jadi sebel, dih...ganjen amat!
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan