Mirdayanti

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Memasak dan Menjahit

Duluu, setiap anak perempuan ditanamkan di otaknya agar bisa memasak dan menjahit. Untuk memasak ajaran awal adalah menyiangi sayur, membersihkan ikan, lalu berangsur menumis dan menggoreng. Saya ingat masakan pertama saya adalah saat kelas empat SD, membuat tumis kangkung. Rasanya? Ga karu-karuan.

Untuk menjahit ibu mengajarkan dengan jarum tangan, mengesum pinggiran baju yang lepas, memasang kancing baju. Kemudian diangsur mengenal cara penggunaan mesin jahit. Saya lupa kapan tepatnya saya bisa menggunakan mesin jahit, tapi rasanya saat SD sudah bisa.

Saya pernah kursus menjahit, sekitar tiga bulan. Itu pada saat sudah lulus PNS, tapi SK belum diterima. Lumayan juga saya bisa membuat pola dan membuat sendiri baju untuk diri saya sendiri.

Dari dua hal tadi, memasak dan menjahit mana yang lebih saya suka? Saya lebih suka memasak. Menggabungkan berbagai bahan menjadi sesuatu yang bisa dikonsumsi itu adalah hal menarik. Selain itu hasil memasak lebih cepat bisa dinikmati ketimbang hasil menjahit.

Sebetulnya memasak dan menjahit bukan sesuatu yang harus dibebankan pada perempuan saja. Karena kenyataannya, tukang jahit dan penjual makanan lebih banyak laki-laki.

Apapun ketrampilannya, sebaiknya kita bisa, walaupun bukan ahli. Karena hal itu pasti menolong kita pada suatu waktu, pada keadaan tertentu.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post