Mengubur Marah
Bulan Februari lalu saat bulan puasa, saya menerima buku kumpulan cerpen yang ada karya saya di dalamnya. Sekitar dua bulan sebelumnya saya mengikuti lomba cerpen yang diadakan oleh penerbit tersebut. Saya tidak mendapat hadiah satu sampai tiga, tetapi karya saya bisa masuk ke kumpulan cerpen tersebut. Hal itu sudah beberapa kali terjadi, bagi saya hal itu sudah cukup menyenangkan. Karena setidaknya saya bisa menyimpan karya saya di sebuah buku.
Tidak lama setelah buku itu saya terima, saya pinjamkan pada teman sesama guru di sekolah. Kebetulan dia guru bahasa Indonesia, dan kami sering membahas tentang karya sastra. Buku itu di bawanya pulang untuk dibaca di rumah.
Bulan puasa diakhiri dengan libur hari raya, buku itu belum dipulangkan. Setelah libur hari raya dia masih belum membawa buku tersebut. Pekan ke dua setelah libur hari raya saya menanyakan buku kumpulan cerpen tersebut. Dia meminta maaf, mengatakan lupa membawa.
Dua hari kemudian saya bertanya lagi, dia mengatakan masih lupa. Saya mulai kesal, tapi tidak memperlihatkan. Masalahnya saya hanya membeli buku itu satu buah, hanya untuk menyimpan karya saya di dalamnya.
Pekan depannya ia berkata pada saya, "Saya minta maaf Bu, saya yakin buku itu tidak hilang, karena saya dan anak saya hanya membaca dalam rumah. Tapi tidak tahu terselip di mana. Saya masih berusaha mencarinya, sabar dulu ya Bu."
Saya hanya tersenyum, dalam hati saya ada perasaan bahwa saya tak akan bertemu lagi dengan buku tersebut. Saya ingin mengatakan bahwa saya kecewa, karena buku itu hanya satu. Tapi saya tidak ingin merusak hubungan, dan mengangguk saja saat ia mengatakan masih berusaha menemukannya.
Tadi saya menghubungi penerbitnya, menanyakan apakah masih ada stok buku tersebut. Alhamdulillah saat penerbit mengatakan bahwa stoknya masih ada. Saya memesan satu buah dan mentransfer biayanya. Saya tinggal menunggu buku itu datang.
Dalam hidup ini ada kalanya kita mencari jalan aman saja. Kalaupun saya marah, buku itu tetap tidak bertemu. Saya dan teman saya akan mengalami rasa tidak nyaman saat bertemu, padahal di kantor meja kami berdekatan.
Biarlah saya mengeluarkan sedikit uang lagi, tanpa perlu bertanya-tanya lagi padanya kapan memulangkan buku tersebut. Bila suatu saat buku itu bertemu, Alhamdulillah. Bila tidak, saya sudah memiliki gantinya.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan