Nikahlah Bu
Untuk kesekian kalinya topik pembicaraan itu membuat ibuku melotot.
"Kamu aneh, anak orang lain melarang ibunya nikah lagi, kamu malah nyuruh-nyuruh."
Aku menjawab pelan, "Ibu berhak untuk bahagia kembali."
"Kamu pikir sekarang ibu gak bahagia?"
Ibu berpisah dengan ayah saat aku kelas delapan. Sejak saat itu hingga kini aku sudah punya balita ibu masih sendiri. Ibu PNS di rumah sakit daerah sebagai tenaga administrasi, umur ibu 52 tahun. Kedua mertuaku masih sehat, hal itulah yang membuatku berpikir sebaiknya ibu menikah agar, mereka bisa berkumpul sebagai dua pasang orang tua.
"Bu, begini.. mertuaku sering mengajak kita bersama jalan-jalan dan menginap."
"Terus?" tanya Ibuku cepat.
"Ibu bagaimana, sendiri di kamar tidak punya pasangan."
"Kalau itu masalahnya ibu bisa ajak Bu Rina, kami teman sekantor yang sama-sama sendiri. Dengar Dea, ibu tidak mau menikah lagi. Ibu tidak mau repot mengurus laki-laki manula yang keluhannya banyak. Pasti ada sakit ini, ada gangguan itu. Ibu sendiri ini sudah bahagia Dea, jangan suruh ibu untuk jadi repot."
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan