Drama Seekor Lele
Tanggal 3 Mei 2026, seekor lele jadi pendatang gelap, menyusup di keranjang belanjaanku. Saya baru tahu di rumah saat membongkar belanjaan. Saya berjanji akan membayar lele tersebut saat ke pasar berikutnya.
Hari Minggu 10 Mei saya ke pasar, tapi tidak masuk bagian ikan. Saya tidak membeli ikan atau protein hewan lainnya, karena Selasa sampai Minggunya saya tidak di rumah, mau ke Garut. Akhirnya saya lupa, baru ingat setelah sampai di rumah bahwa saya belum menemui tukang lele.
Minggu 24 Mei saya ke pasar, celingukan, di tempat biasanya tukang lele itu jualan, tempat itu kosong. Saat berjalan saya menemukan tukang lele, tapi saya ragu wajahnya rasanya bukan ini.
"Tukang lele yang di sana ke mana ya? Tanyaku.
"Oh itu abang saya Bu, hari ini tidak jualan."
Saya hanya mengangguk mengucapkan terima kasih.
Tadi saya ke pasar lagi, tukang lele itu tetap tidak ada, lapak itu kosong. Saya ke tempat adiknya.
"Abangmu mana?"
"Gak jualan Bu."
"Selamanya gak jualan lagi?" tanyaku.
Dia tertawa.
"Minggu depan dia jualan lagi, ada apa ya Bu?"
"Saya ada utang dengan dia."
Adiknya tersenyum.
Lele seekor itu harganya sekitar 5.000. Saya tidak mencuri, dia masuk sendiri ke keranjang saya, dan saya sudah memasaknya. Saya tak ingin seekor lele ini jadi penghalang saya masuk surga, karena memakan sesuatu yang bukan hak saya. Semoga hari Minggu depan saya bertemu penjual lele itu dan menyelesaikan urusan seekor lele ini.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan