Lopis
Malam ini setelah salat Isya saya berpikir besok pagi sarapan apa. Tadi pagi saya membuat donat, masih ada empat lagi di lemari. Sebetulnya besok pagi masih bisa dimakan, tapi pasti tidak lembut lagi.
Saya ingat di lemari bahan-bahanku masih ada beras ketan putih, tiba-tiba saya ingin sarapan lopis. Langsung saja saya merendam beras ketan putih itu. Saya mengambil daun pisang di halaman samping, melayukannya di atas kompor.
Saya memotong tusuk sate menjadi biting/ lidi pengikat bungkus lopis. Kemudian ke halaman lagi mengambil daun pandan untuk mengharumkan air rebusannya nanti.
Saat yang sulit adalah membungkus beras dalam daun pisang berbentuk segi tiga. Saya tidak estetik dalam hal bungkus membungkus menggunakan daun pisang, sehingga bentukannya tidak indah. Tapi sudahlah, ini hanya untuk dikonsumsi saya dan suami.
Setelah berjuang dalam membungkus daun membentuk segi tiga, jadinya delapan buah lopis. Saya merebusnya, dan mendinginkan semalaman. Besok pagi saya tinggal membuat rebusan air gula merah dan memarut kelapa untuk taburan. Besok pagi kami sarapan lopis buatan sendiri.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan