Utang
Baru tanggal sembilan, Ardan sudah berutang lagi. Dino bosan sebetulnya, karena posisi mereka sama. Mereka berdua bekerja pada divisi yang sama, sama punya istri pekerja, tapi mengapa Ardan kasak-kusuk terus kekurangan uang.
"Mending kamu jual rumah KPRmu, kan rumah tinggal sekarang sudah cukup," kata Dino
"Itu investasi, harga rumah kan makin mahal, " jawab Ardan
"Investasi itu juga ada hitungannya, gak mesti membuat kamu jadi gali lobang tutup lobang gini setiap bulan."
"Ah, kamu gak kan ngerti."
Dino mulai naik emosinya melihat Ardan yang bebal tidak mau dinasehati.
"Kamu jual rumahmu itu, bayar segala utangmu. Hidup cukupkan sesuai gaji yang diterima. Saya memang gak punya investasi, tapi saya juga gak nyusahin orang lain dengan minjam uang terus!"
Ardan terpana melihat reaksi Dino.
"Jadi, 500.000nya bagaimana?"
"Gak ada, jangankan 500.000, lima puluh ribupun aku ogah minjamin. Baru bayar lima hari sudah utang lagi. Makan tuh investasi!"
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan