Mirdayanti

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Lagu Cinta

Ketika saya mengunjungi cucu di Kalteng kemarin, saya sering mendengar cucu tertua saya bersenandung. Dia anak perempuan berumur enam tahun. Tahun ini cucu saya masuk kelas satu SD.

Ketika memakai baju atau bersisir, saya mendengar dia melagukan, "Jatuh cinta memang manis, apalagi ada kamu di sini

Genggam tanganku sayang.."

Reaksi saya bagaimana? Saya hanya mendengar saja diam-diam, tanpa komentar apa-apa. Bukankah itu bukan lagi anak-anak? Mengapa tidak dilarang?

Saya yakin cucu saya hanya menyukai iramanya. tanpa tahu maksud lagu itu apa, untuk siapa. Lagu yang dinyanyikan Nadhif Basalamah itu, yang judulnya "Kota ini tak sama tanpamu" memang sering dipakai jadi lagu latar video di media sosial. Mungkin cucu saya mendengar dari sana. Jadi mengapa saya harus melarang? Saya yakin beberapa hari lagi mungkin dia mendengar lagu lain, maka lagu ini akan terlupa, lalu dia bersenandung lagu yang lain.

Saya teringat puluhan tahun lalu, saat saya kelas dua SD. Radio di rumah hampir setiap hari memutar lagu Titik Puspa yang judulnya Cinta. Karena tiap hari mendengar, saya jadi hafal.

Suatu hari saya menyanyikannya, "Alangkah kejamnya cinta, alangkah pedihnya.

Cinta..ooo, cinta.."

Tapi suara saya berhenti karena ibu membentak.

"Lagu apa yang kamu nyanyikan? Itu bukan lagu anak-anak!"

Berikutnya ibu masih memarahi saya panjang lebar tentang hal yang boleh dinyanyikan anak-anak mana yang tidak boleh.

Saya sedih, buktinya sampai sekarang saya ingat. Mengapa saya harus dimarahi karena lagu yang saya dengar tiap hari di radio. Entah apa maksudnya lagu itu pun saya tak tahu, yang jelas otak saya merekam, karena sering mendengar, lalu saya ulang.

Makanya saya biarkan cucu saya bernyanyi, saya tidak mau dia mengalami pengalaman seperti saya. Kecuali menonton film adegan tak senonoh, tentu harus dilarang, tapi kalau hanya bersenandung, biarkan saja.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post