Kos
Sore itu tiba-tiba Dea mengatakan sesuatu yang membuat mamanya kaget.
"Aku mau kos Ma."
"Kamu kan kuliah di sini, kos gimana sih?"
"Kayanya kos itu asyik Ma."
"Temanmu yang kos itu karena rumah orang tuanya gak di kota ini. Mereka juga pasti maunya tinggal di rumah orang tua."
"Ma..., boleh ya."
Rengekan Dea makin memohon-mohon dan menjanjikan di kos dia akan lebih fokus belajar karena tidak diganggu Iva adiknya.
"Baik, mama juga mau lihat sampai mana nyali kamu tinggal di kosan."
Dea bersorak riang.
Dua hari kemudian Dea diantar mama, papa dan Iva ke kos yang sudah dipesannya. Ada dapur di kosan itu, ada lemari es juga, dan perabotan di kamar sudah tersedia sehingga yang dibawanya cuma koper pakaian dan buku-buku. Dea melambaikan tangan dengan semangat saat orang tua dan adiknya pamit.
Hari Sabtu enam hari setelah kos, Dea menelpon mamanya.
"Ma, aku ga kos lagi ya."
"Apa lagi sih Dea?"
"Ma, aku takut. Ga ada orang di sini. Senin kan tanggal merah, orang ini pada pulang semua."
Setelah papa menjemput, Dea pulang dengan koper dan semua bukunya.
"Ternyata memang lebih enak tinggal di rumah Ma,"
"Ho oh, Terus?"
Aku ingat Nena teman sekelasku lagi cari kos, mau pindah dari tempat sekarang. Aku pindahkan kosanku ke Nena saja ya Ma".
"Terserah Dea, ingat ya, besok-besok kalau ingin sesuatu dipikir dulu."
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan