Teman Cantik
Menjelang salat magrib terdengar suara abangku mengetuk pintu kamar. Saat aku membuka, abangku menyerahkan buku paket kimiaku.
"Dapat dari mana Bang?"
"Tadi ada temanmu yang mengantar, dia buru-buru udah mau magrib katanya."
Aku saja tidak tahu bahwa buku kimiaku tertinggal. Terima kasih banget, siapa ya teman yang baik itu.
"Abang ga nanya namanya?"
"Engga. Dia cuma bilang, saya teman Nova, mau ngantar bukunya yang tertinggal di sekolah."
"Ciri-cirinya?"
"Ya anak perempuan, seumur kamu. Cantik orangnya."
Aku membeku sesaat, cantik? Abangku yang selama ini tak pernah membicarakan cewe mengatakan temanku itu cantik? Wooow.
Makin penasaran.
Setelah salat magrib aku bertanya di grup kelas.
"Tadi sore siapa yang ngantar buku kimiaku ke rumah?"
Nina menjawab.
"Bukan aku, memang kenapa? Ada yang rusak bukunya Nov?"
"Engga, bukunya gak apa-apa."
Tiwi mengatakan, "Bukan aku Nova, lagian jarak rumah kita kan jauh banget."
Sudah setengah jam tidak ada juga yang mengatakan siapa yang mengantar buku itu.
Bahkan setelah salat isya masih juga belum, apa yang mengantar langsung tidur setelah dari rumahku?
Menjelang tidur aku mengirim pesan lagi di grup kelas.
"Woi..kok gak ada juga yang jawab siapa yang ngantar buku kimiaku? Makasih ya, sudah baik mau antar ke rumahku. Aku penasaran, siapa tahu calon iparku. Karena kata abangku anaknya cantik."
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan