Seplastik Terung
Siang tadi ada yang mengetuk pintu. Saat saya buka ada Fauza, murid kelas 11, saya mengajarnya saat dia kelas 10. Dia bersama dua temannya.
"Eh ada Fauza, ayo masuk," saya juga mengajak dua temannya yang saya tidak tahu namanya.
"Ga usah Bu, di sini saja, saya ngasih ini untuk Ibu."
Dia menyerahkan tas plastik, dan saat saya membukanya saya melihat terung banyak sekali di dalamnya.
"Aduh..banyak sekali. Ini dari rumahmu?"
"Iya Bu, dari kebun di halaman."
"Hari itu Ibu cuma bercanda lo."
"Ga pa pa kok Bu."
"Terima kasih ya, sampaikan terima kasih Ibu ke orang tuamu."
Jadi, beberapa hari sebelumnya Bu Eli di kantor guru memberi saya terung, saya hanya mengambil satu yang besar, karena kami di rumah cuma berdua. Dia bercerita, Fauza yang memberinya. Bu Eli adalah wali kelas Fauza.
Kebetulan besoknya saya bertemu Fauza di depan kantor guru, dia menyalami saya.
"Yang diberi terung cuma Bu Eli ya." kataku tersenyum. Saya cuma bercanda, sekedar basa -basi.
"Maaf Bu, besok-besok ya Bu, saya bawakan Ibu juga."
Eh ternyata hari ini betulan dia datang. Saya hitung terung itu 16 buah, besar-besar. Ada yang hijau, ada yang ungu.
Segera saya sisihkan 8 buah, lalu saya beri ke tetangga sebelah. Setelah ini saya menjadi kapok untuk asal ngomong ke murid.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan