Mirdayanti

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

44 Tahun Jarak di Antara Kita

Siswa kelas 10 yang saya ajar tahun ini, umumnya lahir tahun 2010. Masya Allah, tahun itu saya sudah berumur 44 tahun, dan mereka ini baru keluar dari rahim Mak mereka. Bahkan anak tertua saya saat itu sudah mulai kuliah jadi mahasiswa baru.

Sepantasnya saya ini nenek mereka ya kan? Itu sebabnya hari-hari ada jarak diantara kami. Jaraknya 44 tahun! Saya sulit memahami mereka, demikianpun sebaliknya.

Bagaimanapun saya berusaha jadi nenek-nenek yang tidak gaptek, tetap saja keterpaduan itu sulit dibentuk. Saya maunya pas masuk kelas kinclong, di dalam dan di teras, mereka sudah berbaris, pakaian mereka rapi.

Nyatanya, pagi yang mestinya diisi semangat menggelora menjadi meleyot melihat sampah di teras masih berserakan. Di kelas kursi dan meja berjauhan, satu dua mereka malah pakai sandal. Belum lagi melihat wajah anak perempuan dipoles dandan paripurna. Apakah saya mesti tetap tersenyum dengan sabar seluas samudra?

Mungkin itu sebabnya guru disuruh istirahat umur 60. Agar jarak dengan murid tidak terlalu jauh. Agar masih ada rasa-rasa sebaya. Bukan sejauh jarak nenek dengan cucunya.

Tetap semangat! Setiap hari aku mendorong diri ini agar tetap menyala.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post