Kantuk Jam Pertama
Dulu aku maklumi, saat ada yang kelelahan dan terangguk-angguk setelah isoma.
Menjelang pukul dua, panas luar biasa, disuruh pula menyelesaikan soal genetika berapa persen anak suatu keluarga mengalami buta warna
Dulu aku maklumi, saat ada yang menguap setelah letih seharian dengan matematika, inggris dan kimia, masih juga ada jam tambahan, untuk persiapan ujian akhir kelas tiga
Tapi kini beda,
aku melihat mereka menguap pada jam pertama, bahkan saat PBM baru dimulai dengan doa bersama
Pukul delapan lewat lima, tiga kepala sudah rebah di meja, tak kuat menahan kantuk yang mendera
Kataku, ibu menghormati kantukmu, bila tadi malam kau terjaga untuk menyelesaikan soal fisika atau matematika
Ibu memujimu, bila kau menguap karena salat tahajut disertai doa yang sangat lama
Nyatanya bukan karena itu semua, mata mereka terbuka hingga pukul satu atau pukul dua, melihat layar kecil untuk menonton drama atau bermain game entah apa
Dulu, sebagian guru akan melayangkan penghapus papan, tepat di sasarannya
Sekarang itu haram, atas dasar hak azasi manusia
Aku bukan ibu peri, atau titisan bidadari surga
dengan sisa kesabaran aku berkata, "Cuci muka! atau pergi ke UKS saja, lanjutkan tidurmu di sana!"
Besoknya, tetap saja ada yang menguap saat doa pembuka
dan dua atau tiga kepala rebah di meja padahal baru pukul delapan lewat lima
(031026)
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan