Misdayani, S. Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

APAKAH PJJ MENGANDUNG UNSUR-UNSUR BELAJAR MENGAJAR?

Kondisi pandemi bukanlah kehendak siapapun. Ia datang menjadi wabah dan ancaman kesehatan bagi kita semua. Menyikapi hal ini beberapa kebijakan telah ditetapkan. Tentu menuai pro dan kontra. Seperti kebijakan diberlakukannya Pembelajaan Jarak Jauh (PJJ) dalam dunia pendidikan.

Hingga kini belum ada kebijakan baru yang dirasa lebih baik, untuk mengganti metode Pembelajaran jarak jauh (PJJ) ini. Meski terdapat beberapa kelemahan yang tak kunjung dapat diatasi. Karenanya peserta didik dan para pelaku pendidikan masih harus terus berjibaku dengan metode ini setiap hari. Tiada hari tanpa android, tanpa laptop, dan tanpa segala aplikasi yang menunjang proses belajar mengajar ala pandemi. Entah sampai kapan, saya khawatir keadaan ini berlangsung lebih lama.

Selain beberapa kelemahan utama metode ini, yaitu akses internet yang tidak menjamah semua daerah, ketidakmampuan secara ekonomi, serta ketidakmampuan dalam mengakses teknologi (gagap teknologi). Ternyata bagi yang mampu dan bisa melakukan Pembelajaran Jarak Jauh ini, pun belum bisa dikatakan sangat beruntung. Karena menurut saya metode Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) belum memenuhi unsur-unsur utama proses belajar mengajar secara ideal. Kira-kira apa yang akan terjadi, apabila pembelajaran berlangsung tanpa adanya unsur-unsur utama proses belajar mengajar yang ideal?

Menurut Cronbach (1954) dalam Nana Syaodih Sukmadinata (2007), bahwa terdapat tujuh unsur utama dalam proses belajar mengajar. Yaitu tujuan, kesiapan, situasi, interpretasi, respon, konsekwensi, dan reaksi terhadap kegagalan. Dari ke tujuh unsur utama di atas, enam di antaranya tidak terpenuhi sebagaimana harusnya dalam pembelajaran jarak jauh. Jika tujuan pembelajaran sudah dirumuskan dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang telah dipersiapkan guru. Lalu bagaimana dengan enam unsur utama lainnya?

Unsur “situasi” misalnya. PJJ mengharuskan peserta didik belajar dari rumah. Kenyataannya rumah belum mampu memberikan kesan situasi belajar yang sesungguhnya. Selayaknya kelas yang memang diciptakan sebagai tempat terjadinya proses belajar mengajar. Keriuhan rumah dengan segala aktifitas orang-orang di dalamnya membuat situasinya kurang mendukung untuk belajar. Segala hal mungkin saja menjadi gangguan pada saat belajar berlangsung. Jika begitu mungkinkah tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan maksimal?

Begitupun dengan unsur “respon, konsekwensi dan reaksi”. Ketiga unsur ini menjadikan “interaksi langsung” sebagai sarananya. Tidak akan terjadi reaksi bila tidak ada aksi. Tidak akan ada respon bila stimulus minim bahkan tiada. Nah, PJJ seakan memberi tabir pada peserta didik dan guru untuk melakukan interaksi secara langsung. Memberi batas terjadinya sentuhan langsung antara guru dan peserta didik, atau peserta didik dengan teman sebayanya. Padahal sejatinya hal itu berdaya memancing kreatifitas dan kemampuan untuk berkompetensi. Menambah semangat untuk melakukan usaha-usaha belajar berikutnya. Dan yang paling penting mampu menumbuhkan dan menguatkan karakternya.

Dengan belajar dari rumah semua itu tidak didapatkan peserta didik secara optimal, sekalipun sudah ditunjang dengan fasilitas sangat memadai. Belajar sendiri di rumah seakan serba terbatas. Waktu yang singkat, kendala jaringan internet, masalah sound system, jauh dari guru, jauh dari teman sebaya, kurang sarana, alat dan bahan belajar, serta situasi yang kurang mendukung. Mengakibatkan unsur-unsur utama belajar-mengajar tidak terpenuhi. Karenanya sering kita mendengar bahwa kebosanan belajar dari rumah sudah di ujung tanduk. Kebosanan ini tidak saja dirasakan oleh peserta didik itu sendiri, seingkali malah dirasakan oleh yang mendampinginya. Sulitnya mengatur anak-anak belajar dari rumah tak bisa mereka elakkan.

Kenapa begitu? Adalah karena pembelajaran jarak jauh yang tengah kita hadapi umumnya terkesan “ala kadarnya”. Beberapa memang terjadi, bahwa guru sekadar mengirim tugas. Sekadar sharing materi/ bahan ajar berupa video, youtube, rekaman audio, melalui whatsapp group, atau aplikasi pendukung lainnya. Lalu meminta peserta didik mengerjakan tugas. Apa yang diharapkan tercapai dari kegiatan itu? Jika harapannya tugas selesai, maka tugas bisa dikerjakan oleh siapa saja.

Maka, jika kondisi ini berlangsung lebih lama, saya khawatir terjadinya generasi yang hilang. Generasi yang kehilangan waktunya belajar di sekolah. Generasi yang tidak merasakan pengalaman indahnya berinteraksi langsung dengan guru dan teman. Generasi yang kehilangan pengalaman berdiskusi dan berkompetensi dalam nyata. Generasi yang kehilangan moment-moment berharga bagaimana praktik-praktik baik di sekolah dapat menumbuhkan dan menguatkan karakter mereka. Generasi yang kehilangan banyak masa, moment, dan pengalaman berharga lainnya. Pengalaman belajar dengan sebenar-benarnya. Yaitu pembelajaran yang memenuhi unsur-unsur utama belajar mengajar itu sendiri.

Karenanya, agar hal itu tidak terjadi. Agar PJJ bukan lagi menjadi tabir. Namun tetap mampu mengangkat generasi ini menjadi generasi cerdas meski di tengah pandemi. Maka usaha maksimal serta kerjasama para pelaku pendidikan sangat diharapkan. Guru tidak lagi melakukan PJJ ala kadarnya. Orangtua selaku pendamping di rumah sabar dan memaksimalkan usaha pendampingan. Serta tekad yang kuat peserta didik itu sendiri dalam melakukan usaha-usaha belajar lainnya. Semoga pandemi segera berlalu. Dan tidak menyebabkan lost generation.

Pekanbaru, 25 September 2020

#TanatanganGuruHariKe72

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post