HANYA DALAM ENAM HARI
Bengkak di matanya belum hilang. Riani masih memilih tidak banyak bicara. Barangkali tiada tenaga untuk sekadar mengeluarkan kata-kata. Letih yang sangat tergambar jelas pada wajahnya yang tengah berduka itu. Apalagi semalam rumah Riani dipenuhi warga dalam acara meniga hari almarhum ayahnya. Ibunya sendiri, tentu yang paling berduka. Rasa kehilangan yang dalam menyelimuti hari-harinya. Bagaimana tidak? Lebih dari setengah abad, mereka melalui hari-hari bersama. Melalui riak dan gelombang hidup. Lalu sukses tanpa oleng.
Ibu Riani merasa kenyataan ini sebagai mimpi. Kadangkala, pagi hari dia masih menyiapkan segelas teh untuk suaminya tercinta. Air mata mengambang seketika setelah menyadari bahwa yang akan meminum teh itu sudah tiada. Sudah 5 hari Riani menemani sang ibu. Pagi ini dia berniat untuk masuk bekerja kembali. Meski masih dalam suasana berduka, tapi aturan sebagai karyawan tak bisa pula ia abaikan. Dilihatnya ibunya yang belum beranjak dari tempat tidur. Dia meminta izin untuk berangkat bekerja, tak lupa berpesan agar ibunya jangan lupa makan, dan menelfon bila sewaktu-waktu membutuhkan Riani.
Ibunya menantap sendu, sebuah anggukan untuk melepas Riani bekerja. Sesekali terlihat olehnya sang ibu kesusahan bernafas, "barangkali karena habis menangis" fikirnya. Menjelang waktu makan siang, seorang tetangga menelponnya. Suara diseberang menyatakan, Riani harus segera pulang sekarang juga. Dengan seribu tanya di dada ia mengendari motornya. Begitu sampai di rumah, nampak keluarga terdekat dan para tetangga memenuhi rumahnya. Memasuki ruang keluarga dilihatnya jasad sang ibu terbentang kaku. Riani tercekat, dua orang yang paling berarti dalam hidupnya pergi selamanya dalam waktu hanya enam hari. Riani bingung, dia tidak sadar apa yang terjadi setelah itu.
Pekanbaru, 4 September 2020
#TantanganGuruHariKe51
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan