HINGGA KE TITIK NADIR
PUISI
Ibu, cintamu begitu tulus
Kasih sayangmu tak terperi
Segala daya engkau kerahkan
Demi memastikan anakmu bahagia
Ibu, jalan berliku kau tempuh
Bahkan di usia senja sekalipun
Ketika fisikmu tak berdaya
Ingatanmu mulai lemah
Namun, tidak dengan semangatmu
Ibu, saat sosok ayah menyerah
Sosok kakak dan adik mulai lelah
Jiwa keibuanmu tetap menggema
Memberikan kehidupan untuk anakmu yang berbeda
Puluhan tahun sudah
Kami lelah, karena tidak kunjung melihat perkembangannya
Akankah ia bisa hidup sama seperti yang lain?
Kami mulai pesimis, pasrah dengan keadaan.
Menerima takdir apa adanya
Tapi tidak denganmu ibu
Semangatmu kian membara
Dalam ketiadaan dan tanpa berdaya
Engkau pastikan dia hidup layak
Sebelum apapun yang ada padamu habis
Habis, karena sang pemilik mengakhirinya
Kau berjuang hingga ke titik nadir.
Pekanbaru, 27 Oktober 2020
#TantanganGuruHariKe103
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan