IKHTIAR BERSAMA
Dua puluh empat tahun sudah. Selama itu pula dimana ada dia, dsitu ada ibu. Kami bahkan menggelarinya dengan "anak bungsu". Padahal ada delapan orang lagi adik-adiknya yang notabene sebenarnya juga masih butuh perhatian sang ibu. Tapi begitulah, dia memang membutuhkan perhatian yang lebih. Setidaknya begitulah perasaan seorang ibu.
Mulai dari makan, pakaian, dan segala kebutuhan lainnya selalu menjadi perhatian ibu. Bahkan hingga kini, saat usianya menginjak 41 tahun. Yang paling penting bagi ibu adalah memastikan bahwa dia telah meminum obat-obatan anti depresan yang telah diresepkan oleh dokter, obat yang harus dikonsumsi tiga kali dalam sehari. Entah sampai kapan.
Kini, senyum tak lepas dari bibirnya. Blwajahnya sumringah, barangkali penerbangan perdananya ini sungguh mengasyikkan. Seakan dia dibawa lepas dari segala tekanan yang menghimpitnya. Tekanan yang juga tak kami sadari. Sementara ibu yang ada disampingnya antara cemas, khawatir dan penuh harap. Akankah ditempatnya nanti dia akan aman? Akankah nanti dia bisa hidup sama seperti yang lain? Tidak lagi bergantung pada obat-obatan yang sebenarnya hanya membuatnya tertidur?
Di sisi lain, kami tahu perasaan ibu. Kasih sayang dan rasa cintanya pada anak menimbulkan kekhawatiran mendalam. Dia percaya bahwa tiada siapapun yang paling hebat merawat anak selain ibunya sendiri.
Namun, kini semua sudah berbeda. 24 tahun bukan waktu yang sebentar. Selama itu justru membuat ibu makin terpuruk, dia lelah, dia tidak lagi berdaya, meski jauh dilubuk hati dia masih menginginkan melakukan apapun yang terbaik. Akhirnya ibu harus menyerah dengan keputusan kami bersama. Bahwa "anak bungsunya" ini akan dibawa kepanti rehabilitasi. Berharap dengan terapi-terapi yang diberikan nanti bisa membuat hidupnya lebih baik. Dan semoga pikiran ibu bisa bebas dari segala tekanan-tekanan yang selama ini membebaninya.
Mohon doa kepada sahabat semua. Semoga anak, kakak, dan adik kami ini diberikan kesembuhan. Semoga ikhtiar kami yang ke sekian kalinya ini membawa perubahan. Minimal untuk ibu yang sangat kami cintai.
Pekanbaru, 27 Oktober 2020
#TantanganGuruHariKe104
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan