JANJI AYAH
Para undangan sudah banyak berdatangan. Suara piring dan sendok saling beradu, ditambah riuhnya suara biduan yang beraksi di atas panggung. Di pelaminan bersanding pasangan pengantin yang nampak bahagia. Jelas, hari ini adalah hari paling bersejarah baginya, hari yang tak akan terulang. Beberapa kali fotografer mengabadikan moment ini, para undangan pun tak ketinggalan.
Pelan suasana kulihat mulai berubah. Sang biduan tiba-tiba turun, tidak lagi melenggok-lenggok sesuai lagu yang dinyanyikan. Alat musik lainnya juga berhenti dimainkan. Para undangan yang menyebar dalam tenda di halaman rumah, satu-persatu menepi, seolah memberi jalan. Sebagian malah memilih pulang kembali sebelum menikmati hidangan yang telah tersaji. Aku bingung, namun ikut menepi seperti mereka.
Tidak berapa lama, sebuah mobil jenazah berhenti. Keranda diangkat, menyusuri jalan paving yang penuh dengan papan nama bertuliskan "Selamat Menempuh Hidup Baru, Windi & Abhi". Suasana berubah... Entah. Ayah dari pengantin perempuan yang telah seminggu opname, kini pulang. Menepati janjinya untuk menyaksikan pesta pernikahan putrinya. Ia pulang membawa duka yang dalam, di tengah moment bahagia putrinya.
Pekanbaru, 06 Oktober 2020
#TantanganGuruHariKe83
#BelajarPentigraf
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan