UCAPAN TERIMA KASIH
Mataku nanar. Liar melihat tumpukan ikan goreng, ayam gulai, ikan bakar, dan aneka menu lainnya. Aromanya membuat kaki ini kembali melangkah ke sini, lagi dan lagi. Aneka masakan itu tersusun rapi di atas piring dalam etalase warung makan Bu Tita. Aku mengawasinya, takut bila mata Bu Tita menghujam sampai ke dalam. Membuatku kembali jadi tertuduh. Sepotong ikannya terpaksa kucuri, dulu. Hingga kini Bu Tita bagai singa bagiku, siap menerkam kapan saja. Aku harus berhati-hati.
Empat anak-anakku pasti sedang menunggu. Sejak pagi belum ada yang kuberikan padanya untuk dimakan. Hanya aku satu-satunya yang bisa diharapkan mereka. Sedangkan dia? Entahlah. Dia hanya bisa membuatku bunting, lalu pergi entah kemana. Peduli pada kami? Tidak pernah sama sekali. Naluri seorang ibu, membuatku bertahan, membesarkan mereka meski dalam ketiadaan. Kembali wajah lapar mereka hadir.
Aku mengiba pada beberapa pembeli. Hanya tatapan benci yang kudapat, bahkan seringkali mereka mengusirku. Aku lelah, aku juga lapar. Lebih lapar saat suapan demi suapan masuk ke mulut mereka, dan aku hanya memandang dari jauh. Hingga rezeki itu menjadi milikku. Kabawa makanan sisa yang tak seberapa itu pulang. Keempat anakku langsung mengejar, mendekati bungkusan nasi bekas. "Miooong" mungkin itu adalah ungkapan terima kasihnya untukku, atas hilangnya rasa lapar siang ini.
Pekanbaru, 14 Oktober 2020
#TantanganGuruHari91
#BelajarPentigraf
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan