BUKAN BANJIR EMAS
Nampak dia mengedap-ngedap di pagi buta. Membawa sekantong sampah plastik. Setelah matanya memastikan tidak ada orang yang melihat, sampah itu dilemparkannya, melayang tepat masuk pada drainase itu. Di depan rumahku.
Aku menyaksikan secara tidak sengaja. Ketika menyibak gorden sebelum membuka jendela. Bisa kufahami bila itu dilakukan seorang anak kecil yang belum mengerti akibat bila buang sampah sembarangan. Meski harusnya juga sudah diberi pemahaman sejak dini, bagaimanapun tetap masih bisa diterima.
Namun yang melakukannya kali ini bukan anak kecil lagi. Buktinya dia sudah punya beberapa anak yang tidak kecil-kecil pula. Apakah karena kurang wawasan dan pengetahuan? Kurasa tidak. Gerak-geriknya bahkan menunjukkan dia sangat sadar tindakan itu salah. Kenapa harus membuangnya di pagi buta? Kenapa harus celingak celinguk memastikan dulu, tidak ada orang yang melihat? Sudah menjadi lumrah bahwa orang yang bersalah merasa tidak tenang.
Jika begitu kenapa masih melakukan salah? Itulah yang saya tidak mengerti. Padahal hampir setiap musim hujan daerah ini kebanjiran. Bukan banjir emas, sayangnya. Entahlah apa yang dipikirkannya...
Semoga ini jadi pengalaman dan pembelajaran oleh kita.
Pekanbaru, 13 November 2020
#TantanganGuruHariKe122
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan