Misdayani, S. Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

HIDUP DI RANTAU ORANG

 

Hidup di rantau orang  serta jauh dari sanak keluarga dan familiy itu berat. Apapun mesti dihadapi sendiri. dijalani dan dilakoni sendiri. lebih terasa dalam lagi apabila pasangan tidak selalu bersama setiap hari. Wabil khusus untuk mereka yang menjadi orangtua tunggal. Tak tahu kemana perasaian hidup akan ditumpangkan.

 

Dalam kondisi ini maka tetangga menjadi orang yang sangat besar dan sangat penting perannya. Saat suka apalagi duka, maka tetanggalah yang paling kita repotkan. Tetanggalah yang paling kita nanti bantuannya. Tetanggalah yang kita harapkan belas kasihnya. Maka bagi kami para perantau menjaga hubungan baik dengan tetangga menjadi sangat prioritas. Sedapat mungkin selalu mengalah atau berlapang hati dengan perkara yang remeh temeh. Selagi tidak bertentangan dengan hal-hal yang prinsip, maka kami tidak ada salahnya lebih bersikap legowo.

 

Bila ada orang-orang yang baik, atau tetangga yang berempati dan mengerti dengan keadaan kami, meskipun dia dari negeri antah berantah, maka seketika orang itu kami jadikan saudara. Kami anggap sebagai keluarga. Perhatian dan empati yang tumbuh mampu merekatkan rasa dan menjalin kasih. Layaknya sesama keluarga. Bagai pengganti orangtua, kakak maupun adik.

 

Pekanbaru, 24 November 2020

#TagurHariKe132

 

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post