MEMPERINGATI HARI GURU MASA PANDEMI
"Selamat hari guru bu/pak" begitu ucapan yang biasa kami dengar setiap tanggal 25 November. Itu berlaku untuk hari guru pada tahun-tahun sebelumnya, sebelum pandemi merajai bumi. Meski wajah nan polos itu bahkan tidak memahami arti, apalagi makna hari guru itu sendiri. Namun, kami yang mendengar ucapan tulus ikhlas itu mengalir dari bibirnya, merasa terharu, bahagia bahkan bangga menjadi gurunya. Guru bagi anak berkebutuhan khusus.
Bukan, bukan karena bingkisan kado. Bahkan boleh dihitung jari jikapun ada yang memberi. Peserta didik kami hanya empat sampai delapan orang per kelas. Belum lagi di antaranya berekonomi menengah ke bawah. Sungguh kami tidak menginginkan bingkisan itu dari mereka. Hanya kami merasa sesuatu yang berbeda di tahun ini.
Tahun Corona. Pada ulang tahun PGRI ke 75 ini, semua terasa asing. Pandemi mengubah rutinitas tahunan kami. Kala seharusnya ada gemuruh, teriakan dan jerit kebahagiaan kala kami membaur bersama anak didik kami, bahkan orangtua dan wali peserta didik. Berbaur dalam lomba-lomba sederhana yang diadakan. Menyatu dalam gelak tawa di tengah menang dan kalah. Sungguh menjadi hari yang membahagiakan.
Itu saja. Hanya melihat tawa lepas mereka dalam semangat mengikuti kegiatan lomba. Yang bahkan mereka sendiri tidak mengerti bagaimana melakukannya. Lalu sang guru akan turun tangan membantu hingga keringat membasahi badan. Dan kami tertawa bersama.
Masa pandemi, tawa ini tetap ada, namun tak segaring kala bersamanya. Oh, anak syurga sungguh kami merindukan. Merindukanmu dalam tatap muka. Tanpa batas ruang dan kuota. Terima kasih telah mengisi hari-hari kami. Bersamamu kami menyadari bahwa sebelah kaki ini telah melangkah ke syurga. Tentu bila kami menjadi guru yang mengajarimu dengan hati.
Selamat hari guru ke 75 untuk seluruh guru di Nusantara.
Pekanbaru, 26 November 2020
#TagurHafiKs134
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan