PERASAAN YANG SALAH
Hari itu pada jam istirahat, saat acara "Bimtek Latihan Aktifitas Fisik Pada Anak Autis" yang ditaja oleh Pusat Layanan Autis Provinsi Riau. Setelah tiga hari berlalu para peserta nampak semakin akrab. Meski ada yang baru kenal pada kegiatan tersebut, namun ada pula yang sudah kenal sebelumnya. Tentu moment istirahat ini digunakan untuk menanyakan kabar masing-masing.
Tak ketinggalan, aku membentuk kelompok kecil, terdiri dari tiga orang. Keduanya adalah seniorku ketika masih kuliah dulu. Sekadar tahu, tidak begitu akrab. Tapi kami terlibat pembicaraan yang memancing kedekatan. Gelak tawa pun akhirnya berderai kala itu.
Seorang peserta tiba-tiba menawarkan diri keluar untuk membelikan cemilan. Maklumlah, cuaca hujan dan aneka jajanan di luar gedung sangat menggoda. Meski sudah disediakan snack, tetap saja hasrat menghabiskan uang tak bisa dikendalikan. Salah seorang di antara kami bertiga menyerahkan uang, seraya berkata "kami titip tiga bungkus ya!" Aku dengan penuh percaya diri langsung menolak, "Eh tidak usah buk, biar saya bayar sendiri!" Senior itu kulihat berpikir. Lalu... mengambil tambahan uang dari tasnya. "Jadi empat bungkus ya, dengan ibu A" katanya sambil menunjuk teman yang dimaksud. Beliau merupakan temannya, utusan dari sekolah yang sama dengannya. Ah, aku salah tingkah menyadari perasaan yang salah. Merasa yakin ditraktir. Kemana muka akan kusurukkan.
Pekanbaru, 30 November 2020
#TagurHariKe138
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan