API CEMBURU
Sudah beberapa kali Ruly mencoba mencairkan suasana. Mulai dari bertanya hal-hal yang tidak penting, hingga mencoba membantu pekerjaan rumah. Tetap saja Rasmi istrinya bergeming. Ruly bingung, apa hal yang membuat istrinya berubah? Semakin bingung saat jurus pamungkas sudah dilakoni sang istri. Diam.
Ruly serba salah. Dia bukan tipe suami yang bisa cuek. Menurutnya segala masalah harus diselesaikan. Namun, tidak menemukan kesalahan apa yang telah dilakukannya, hingga Rasmi semarah itu. Tak kehabisan akal, Rulypun mengeluarkan jurus pamungkasnya. Dia tidak akan pulang sampai istrinya itu mau bicara, menyelesaikan masalah baik-baik.
Mendengar itu, pertahanan Rasmi runtuh. Perlahan ia buka suara. Dengan nada tegas dan penuh intimidasi. Dingin. Ia meminta Ruly jujur, "Siapa perempuan ini? ternyata ada yang lain yang bisa boncengan mesra denganmu?" sambil memperlihatkan foto pada camera HPnya, sebagai barang bukti. Hati-hati Ruly memperhatikan dengan seksama foto yang diperagakan Rasmi. Seketika tawanya membuncah memenuhi ruangan, terkekeh menertawakan kecemburuan sang istri. Lalu berkata "Dia kakak iparmu, sayang." Giliran Rasmi yang bingung, seperti menyadari sesuatu. Baju itu, hijab, bahkan bentuk tubuh itu seperti dia kenal. Sangat. Ternyata api cemburu mengalahkan logikanya.
Pekanbaru, 08 Desember 2020
#TantanganMenulisHariKe146
#BelajarPentigraf
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan