Misdayani, S. Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

CINTA YANG TERLAMBAT DISADARI

Lama Nay terpekur, batu nisan berwarna hitam metalik itu setia menjadi penopang kepalanya yang terkulai lemas. Ia tumpahkan semua rasa rindu akan masa lalunya. Kali ini Nay sengaja datang sendiri dan memilih jam yang tak biasa. Berharap hanya dia, selain onggokan batu nisan yang bersusun rapi di tanah pekuburan itu. Nay ingin bebas menumpahkan seluruh rasanya. Rasa rindu juga sesal berkepanjangan. Entahlah. Sesekali disekanya sudut mata, sebelum bulir-bulir itu benar-benar jatuh. Mulutnya terus merapalkan doa-doa. Doa untuk seseorang yang tak pernah dicintainya, yang kini ada di syurga.

Sampai di rumah, Nay kembali nelangsa. Lelaki itu bahkan tidak bertanya sepatahpun, dari mana dia. Tidak peduli, tidak hangat. Seperti Ju memperlakukannya.

Kadang, Nay menyadari semua ini sebagai karma. Dia teringat bagaimana Ju, suami pertamanya tidak pernah mendapatkan seluruh hatinya hingga Ju mengembuskan napas terakhirnya. Namun cinta Ju tidak pernah mati. Akankah Nay juga berlaku demikian pada Lim? Suami kedua yang dinikahinya bahkan sebelum setahun Ju tiada. Lelaki yang selalu dalam hayal dan bayangannya, kala bersama Ju dulu. Kini saat hari-harinya selalu bersama Lim, justru bayangan Ju yang terus muncul dalam pikirannya. Cinta yang terlambat disadarinya.

Pekanbaru, 14 Desember 2020

#TantanganMenulisHariKe152

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post