IBU
"Mana ibunya?" Beberapa teman sekantor hampir serempak bertanya. Ketika hendak izin pulang pada acara pernikahanku waktu itu. Ibu yang duduk manis di sampingku tersenyum mendengarnya. Begitupun dia yang sedang bersanding denganku. Ish...
"Itu!" aku menoleh pada bunda. Teman-teman tadi mengikuti arah mataku. Sedikit kaget dan entah... Mungkin tidak percaya. Padahal ibu sudah menempati kursi untuk orangtua di samping kursi kedua pengantin.
"Kok cantik, Ini ibumu?" salah seorang teman yang memang suka to the point, berujar tanpa tedeng aling-aling. Bahkan saat aku menjadi ratu sehari, yang sudah dipoles sedemikian rupa serta mengenakan baju pengantin ini, masih kalah cantik dengan bunda.
Aku mencibir menanggapi komentar Pak Aris. Mau apa? Memang begitu adanya. Kata orang-orang wajahku mirip keluarga "bako". Lebih tepatnya aku menyalin face nenek dari pihak ayah. Mirip sekali, hanya kurang tinggi dari nenek. Masih tetap ada kurangnya. Semenyedihkan itu.
Di antara beradik kakak, wajahku memang beda, begitupun bodyku. Tergolong pendek dari sepuluh orang kakak dan adikku yang lainnya. Tidak ada mirip-miripnya dengan mereka. Tapi ya sudahlah, untungnya ibu dan ayah berhasil membesarkan hatiku, hingga aku tetap percaya diri sampai sekarang.
Masih selalu kuingat, kala aku bertanya pada ibu. "Bu aku cantik nggak?" maka baginya itu adalah kalimat retorik yang tak butuh jawaban lagi. "Cantik donk." Bahkan aku sudah hafal jawaban seperti apa yang akan kudengar. Tidak pernah sekalipun ibu mengatakan aku jelek, bahkan dalam bahasa yang paling sopan sekalipun. Di matanya aku adalah anak manis bin cantik, bin menawan. Sama dengan kakak dan adikku yang lainnya. Dan aku percaya pada ibu, meski suara ibu kalah banyak dengan semua suara yang pernah berkomentar. Ah! Ibu... Terima kasih atas rasa itu. Rasa yang membuatku tumbuh dengan percaya diri walau di tengah bullyan yang pernah kuterima.
Pekanbaru, 21 Desember 2020
#TantanganMenulisHariKe159
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan