INDIVIDU RESILIENT
Apakah aku termasuk individu yang resilient? Individu yang tetap kuat lahir batin, tetap sehat jiwanya, stabil emosinya, dan mampu beradaptasi serta bertahan setelah melewati masa-masa sulit yang traumatis? Entahlah. Sebaliknya, aku ingin menemukan jawaban itu darimu yang ikut menyaksikan setiap episode kehidupanku.
Aku sendiri tidak yakin bila jawabannya "iya." lebih dari tiga tahun masa traumatis telah berlalu, selama itu pula banyak kejadian yang telah dilewati. Tentang rasa sakit, rasa kecewa, rasa marah yang tidak menemukan jalan keluar. Semua itu masih meninggalan goresan yang masih berusaha untuk kuhapus.
Aku juga sadar telah melukai orang banyak, terkhusus orang-orang terdekat. Lebih khusus lagi kedua anakku. Aku yakin, itu akibat emosi yang tidak stabil. Kelabilan yang diakibatkan panjangnya masa sulit yang telah dilewati. Ketidakmampuan beradaptasi dengan kondisi itu. Lelah, terpuruk bahkan hampir putus asa. Sesekali murka dan tidak terima.
Namun, banyak pula orang yang menilai diri ini kuat, tegar, tangguh. Mampu move on dalam waktu yang singkat. Mereka melihat aku baik-baik saja setelah apa yang telah terjadi. Tetap melangkah ke depan. Menantang masa depan dengan rasa optimis. Apakah itu artinya aku seorang yang resilient?
Apapun itu, bertahan dalam kesulitan menjadi wajib hukumnya bagi kita yang berpikir. Kita diberi akal dan pikiran. Maka gunakanlah sebagai ungkapan rasa syukur. Barangkali semua kesulitan, rasa kecewa, rasa sakit dan rasa marah yang tidak menemukan jalan keluar tadi adalah rencana-NYA meningkatkan kualitas diri. Meningkatkan kelas. Bukankah kedewasaan tidak dibentuk dari banyaknya umur? Melainkan dari seberapa banyak dan pahit pengalaman yang telah diteguk.
Maka, bersedihlah. Manusiawi sekali kita terpuruk ketika menghadapi masa kelam. Namun di balik itu kita punya sisi untuk bertahan, untuk kuat dan tegar. Yang bahkan baru kita sadari setelah melaluinya. Apalagi, kalau bukan karena adanya sentuhan Tuhan. Maka percayalah DIA ada. Memintalah padaNYA, sebanyak yang kau mau. Barangkali hal itu yang membuat diri ini punya karakter resilient di mata mereka.
Pekanbaru, 02 Desember 2020
#TagurHariKe140
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan