Misdayani, S. Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

MENGINGAT PENYESALAN

Kamu pasti pernah menyesal telah melakukan sesuatu. Saking menyesalnya bahkan tidak mampu menghapusnya dari benakmu. Selalu teringat, dan setiap kali mengingatnya, kembali menyesal.

Seperti malam itu. Di kamar rumah sakit kelas satu. Seorang perawat tiba-tiba bertanya, tentang anak-anak kami. Berapa usianya, sekolah dimana, dan tinggal dengan siapa selama aku menunggui sang suami? Setelah menjawab semua pertanyaan itu. Kalimat yang tak pernah terbayangkan olehku, lalu disampaikannya. "Bawalah anak-anak ibu ke sini, kalau bisa malam ini ibu yang menunggui bapak." Aku sempat heran, bukankah kemarin-kemarin dilarang keras membawa anak-anak masuk? "Bilang saja sama security bahwa sudah diizinkan perawat masuk" lanjut perawat itu seperti paham dengan apa yang kupikirkan.

Melihat anak kami yang belum genab dua tahun, maka saran itu kuabaikan. Kuputuskan tetap pulang, dan meminta adikku menunggui suami malam itu. Meski sempat terpikir olehku untuk membawa anak-anak masuk, sekadar bertemu ayahnya. Mumpung mereka sedang di sini, di ruang tunggu rumah sakit. Apalagi sudah ada izin dari perawat. Mereka pasti sudah saling merindukan. Bukankah selama di rumah sakit mereka tidak pernah bertemu?

Pikiranku membenarkan, namun di satu sisi membantahnya. Karena melihat suami yang sudah tertidur pulas, pun anak-anak yang mulai rewel. Malam itu sudah menunjukkan pukul 23:05 WIB. Akhirnya membawa anak-anak pulang menjadi keputusanku.

Hingga, semuanya terjadi. Berita yang kudengar dari rumah sakit itu, membuat badanku terasa melayang. Meski sadar, tapi aku merasa semua itu mimpi. Aku bergeming diiringi pipi yang mulai terasa basah. Kala jenazahnya sampai di rumah dan terbujur kaku.

Lama sudah kejadian itu berlalu. Namun setiap mengingatnya, ada penyelesalan yang tak kunjung mampu ditepis. Menyesal, kenapa malam itu tidak kuantar anak-anak menemuinya. Menyesal mengabaikan pesan dari perawat. Bahkan setelah itu baru kusadari, bahwa itu sebuah KODE. Menyesal tidak membersamai orang tercinta di akhir waktunya. Menyesal tak sempat bersua, bahkan untuk sekadar menyampaikan pesan terakhir. Sungguh, malam terakhirnya menjadi malam penyesalan bagiku. Setiap mengingatnya, kembali penyesalan itu datang.

Pekanbaru, 01 Desember 2020

#TagurHariKe139

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post