Misdayani, S. Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

MENUJU PREDIKAT PENULIS SEJATI DENGAN KESUNGGUHAN

Seperti ayam yang sedang mengerami telurnya, kemudian menetaskan belasan ekor anak ayam yang sehat. Begitupun kepompong, mesti melalui proses yang panjang dulu hingga menjadi kupu-kupu yang indah. Perumpamaan itu sebagai kesungguhan dari si pelaku untuk menghasilkan sesuatu yang diingininya. Seperti ungkapan Arab yang mengatakan, "Man jadda wa jadda" siapa yang bersungguh-sungguh, akan mendapatkannya.

Penulis sejati, pasti melakukan hal itu. Tidak akan menjadi karya nan indah sebuah tulisan jika dilakukan tanpa keseriusan, dan kesungguhan. Itu sebagai bingkainya. Di dalamnya terkandung keinginan kuat, kecermatan, keuletan, serta kerja keras. Mengabaikan satu saja di antaranya, alamat tulisan terasa receh. Pembaca enggan melanjutkan. Bagaimana mau menikmatinya?

Padahal diksi yang ditelurkan melalui kesungguhan penulisnya, mampu mengahalau galau yang melanda. Membacanya menambah khasanah ilmu pengetahuan, meluaskan pandangan. Menjadi pembelajaran dan menambah pengalaman si pembaca. Menulis dengan kesungguhan juga mampu membuat pembaca terhibur, memunculkan rasa empati, dan bahkan mampu mengatasi masalah yang tengah dihadapi.

Karenanya, menulislah dengan kesungguhan dan keseriusan. Tiada satupun yang tidak dikerjakan dengan sungguh-sungguh akan sia-sia. Dengan begitu sekaligus penulis menghormati pembaca. Memanjakan serta memenuhi kebutuhannya. Sebaliknya si penulis makin dihargai, dikagumi. Karyanya ditunggu-tunggu oleh pembaca. Orang akan rela merogoh kocek lebih dalam demi untaian kata yang dihasilkannya. Bahkan tersemat kata untuk karyanya. "Ada harga, ada kualitas". Jika demikian kenapa menulis asal dan serampangan? Predikat penulis sejati tentu tidak akan pernah tercapai.

Sejatinya, menulis adalah sebuah keterampilan yang menuntut kedisiplinan. Bukan hanya taat dalam tanda baca saja namun juga bagaimana menyiapkan waktu untuk menuangkan ide, sekaligus menampilkan bahasa yang mudah dipahami pembaca. Untuk sampai pada tujuan ini seorang penulis harus membekali dirinya dengan membaca, berdiskusi dan menambah wawasan agar tulisannya penuh dengan ide-ide segar nan bermanfaat.

Mudah? Pasti tidak. Ketekunan sangat diperlukan agar sebuah karya berhasil dengan baik. Penulis harus giat berlatih dan tidak menyerah hingga akhirnya sebuah masterpiece tercipta.

Pekanbaru, 16 Desembed 2020

#TantanganMenulisHariKe154

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post