MUHASABAH DIRI
#introspeksi
Hari berganti. Tak disangka, kini kita telah sampai di penghujung tahun 2020. Tentu banyak hal yang telah terjadi dan dialami selama 12 bulan itu. Bahagia, sedih, kecewa, haru, benci, rindu berpadu membentuk sikap dan perilaku yang muncul.
Apakah semua sikap dan perilaku itu layak, pantas atau keterlaluan? Sehingga menyemai benih-benih yang kurang baik. Baik terhadap diri sendiri, orang lain maupun lingkungan.
Untukku sendiri, tahun ini merupakan masa transisi. Dari seorang ibu menjadi single parent. Tahun dimana hati dan pikiran mulai bisa dan nyaman menerima keadaan. Menikmati episode menjadi orangtua tunggal. Tiada lagi keluhan berarti seperti awal-awal masa kelam. Suasana hati mulai membaik. Segala urusan rumah tangga dapat kuatasi dengan segera. Walaupun pada beberapa pekerjaan aku harus meminta bantuan orang lain.
Kukatakan masa ini sebagai zona aman. Anak-anak mulai mandiri, tidak melulu harus diurus dan dipenuhi segala kebutuhannya. Mereka mulai dapat melakukannya sendiri. Karenanya aku sebenarnya punya waktu lebih banyak untuk diri sendiri. Waktu lebih banyak untukku bersama tuhanku.
Teringat dulu, kala ujian tengah melanda. Tiada malam yang kulewati tanpa bersujud kepadaNYA. Meminta dan memohon sepenuh hati. Hingga jalan keluar kuserahkan hanya kepadaNYA. Lalu, Sang Maha Pencipta memberikan solusi yang tak kusangka-sangka. Dan aku yakin itu adalah yang terbaik.
Namun kini, saat ada pada zona nyaman. Aku seakan lupa pernah meminta dan memohon dengan sangat. Lupa pernah ada pada masa kelam, lalu bangkit karena pertolonganNYA. Lupa bahwa Sang Maha Penolonglah yang memberikan jalan keluar. Aku terlalu terlena dengan masa ini. Sehingga tiada lagi malam-malam syahdu penuh air mata, kala aku dan Rabku memadu kasih. Merasakan kemahaanNYA. Tahun ini kuhabiskan dengan tidur nyenyak di malam hari. Terkadang subuhpun kala sang surya sudah merangkak naik. Hanya sebegitukah aku mengingatNYA? Kala semua baik-baik saja, aku lupa padaMU ya Rabbku. Astghfirullah, astaghfirullah, astaghfirullah. Ampuni aku.
Maka, biarlah tahun ini pergi bersama segala kukufuranku dan kealfaanku. Jika zona nyaman ini membuatku abai, maka ampuni aku. Tuntun dan bimbing diri ini menjadi lebih baik. Bersama sang waktu yang menunggu.
Pekanbaru, 31 Desember 2020
#tantangan_menulis_hari_ke169
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan